Kamis, 11 Desember 2014

Perhitungan Pendapatan Nasional GNP

Komponen Pendapatan Nasional terdiri dari :
a. Produk domestik bruto ( PDB ) / Gross DomesticProduct(GDP)
b. Produk nasional bruto ( PNB ) / Gross National Product (GNP)
c. Produk nasinal netto ( PNN) / Nett National Product (NNP)
d. Pendapatan nasional netto ( PNN ) / Nett National Income (NNI)
e. Pendapatan perseorangan ( PS )/ Personal Income (PI)
f. Pendapatan disposibel ( DI ) / Disponsible Income (DI)

Berdasarkan komponen-komponen pendapatan nasional tersebut, dapat disusun skema perhitungan pendapatan nasional sebagai berikut:
a. GDP – netto luar negeri = GNP
b. GNP – Penyusutan = NNP
c. NNP – Pajak tidak langsung = NI
d. NI + Transfer payment) – (Iuran jaminan sosial + 
iuran asuransi + laba ditahan – pajak perseorangan) = PI
e. PI – Pajak langsung =DI

Konsep Pendapatan Nasional

1.    Definisi pendapatan nasional
Pendapatan nasional adalah pendapatan yang diterima oleh golongan-golongan masyarakat sebagai bentuk balas jasa sehubungan dengan produksi barang-barang dan jasa tersebut dalam waktu satu tahun. Besarnya pendapatan nasional akan sama dengan produk nasional. Dan besarnya pendapatan nasional dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :
  • Tersedianya faktor produksi
  • Ketrampilan dan keahlian tenaga kerjanya
  • Kemajuan Teknologi produksi yang digunakan
  • Stabilitas nasional

2.    Komponen dalam pendapatan nasional
a. Produk domestik bruto ( PDB ) / Gross
DomesticProduct(GDP)
Produk domestik bruto adalah nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh pelaku kegiatan ekonomi diwilayah tertentu selama 1 tahun. Termasuk jasa dari perusahaan asing yang beroperasi di negara tersebut juga dijumlahkan.
Sebenarnya perhitungan pendapatan nasional yang menghasilkan besarnya produk domestik bruto adalah menghitung pendapatan nasional menggunakan konsep kewilayahan.
Ada dua aliran pembayaran penggunaan jasa faktor produksi:
  • Apabila hasil produksi perusahaan asing yang berada di dalam negeri lebih besar dari hasil produksi perusahaan nasional di luar negeri, maka akan terjadi pembayaran penggunaan jasa faktor produksi ke luar negeri. Selisih tersebut dinamakan pendapatan netto terhadap luar negeri dari faktor produksi atau net factor income to abroad.
  • Apabila hasil produksi perusahaan asing yang berada di dalam negeri lebih kecil daripada produksi di perusahaan nasional di luar negeri maka akan terjadi pembayaran ke dalam negeri. Selisihnya dinamakan pendapatan netto ke dalam negeri dari faktor produksi atau net factor income domestic

b. Produk nasional bruto ( PNB ) / Gross National Product (GNP)
Produk nasional bruto adalah perhitungan pendapatan nasional menggunakan konsep kewarganegaraan. Konsep kewarganegaraan dilakukan dengan cara menghitung besarnya nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara sendiri, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Salah satu hal yang membedakan PDB dengan PNB adalah pendapatan neto terhadap luar negeri dari faktor produksi. Variabel ini menunjukkan besarnya pendapatan yang diperoleh dari faktor produksi yang ada diluar negeri dikurangi pendapatan yang diperoleh dari faktor produksi yang berasal dari luar negeri di dalam negeri.

c. Produk nasinal netto ( PNN) / Nett National Product (NNP)
Produk nasional neto adalah produk nasional bruto dikurangi dengan penyusutan

d. Pendapatan nasional netto ( PNN ) / Nett National Income (NNI)
Pendapatan nasional bersih atau net national income (NNI) dapat dilihat dari dua sisi.
  • Dari sisi pendapatan, yaitu pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.
  • Dari sisi produksi, yaitu sejumlah nilai bersih barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara.
Untuk mengetahui besarnya NNI yaitu NNP dikurangi dengan pajak tidak langsung. Pajak tidak langsung adalah pajak yang pembebanannya dapat dilimpahkan kepada pihak lain, misalnya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

e. Pendapatan perseorangan ( PS )/ Personal Income (PI)
Pendapatan perseorangan adalah jumlah penerimaan yang diperoleh setiap orang dalam masyarakat. Balas jasa yang diterima oleh pemilik faktor produksi tidak seluruhnya merupakan pendapatan perseorangan karena masih ada sebagian laba ditahan sebagai simpanan intern, pajak perseorangan, dan iuran untuk jaminan sosial. Disamping itu terdapat penerimaan yang bukan merupakan balas jasa dalam proses produksi, tetapi merupakan bantuan atau subsidi dari pemerintah bagi para pensiunan dan dana sosial yang disediakan oleh pemerintah yang disebut dengan transfer payment.

f. Pendapatan disposibel ( DI ) / Disponsible Income (DI)
Pendapatan disposibel disebut juga pendapatan yang tersedia bagi rumah tangga atau pendapatan yang dapat dibelanjakan. Pendapatan disposibel merupakan penerimaan perseorangan setelah dikurangi dengan pajak langsung.

Jumat, 05 Desember 2014

Pembangunan Ekonomi

Pengertian dan tujuan pembangunan

Beberapa ekonom memberikan pengertian yang berbeda terhadap pembangunan ekonomi.
a. Todarro
pembangunan ekonomi diartikan sebagai suatu proses multidimensional yang melibatkan perubahan-perubahan besar dalam struktur sosial, sikap-sikap mental yang sudah terbiasa, dan lembaga-lembaga nasional, termasuk pula percepatan pertumbuhan ekonomi, serta pengurangan dan pemberantasan kemiskinan absolut.
b. Paul Streeten
Pembangunan ekonomi perlu meliputi:
1. Pertumbuhan, yang merupakan realitas fisik yang berwujud dalam bentuk produksi dan pendapatan.
2. Perubahan dalam cara berpikir yang tampak pada perubahan kelembagaan sosial, administrasi, sikap, dan budaya.
c. Simon kuznets
Dari pengamatannya di negara maju, Simon kuznets menyimpulkan bahwa setiap proses pembangunan akan terdapat tiga tanda, yaitu:
1. Produksi, baik jumlah maupun jenisnya terus menerus bertambah
2. Teknologi yang terus menerus berkembang
3. Penyesuaian kelembagaan ideologi dan sikap hidup
d. Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo
Menurutnya, pembangunan ekonomi adalah usaha memperbesar pendapatan per kapita dan menaikkan produktivitas per kapita dengan jalan menambah peralatan modal dan keahlian. Hal ini berarti bahwa pembangunan ekonomi merupakan suatu proses kenaikan dalam pendapatan total dan pendapatan per kapitadengan menghitung adanya pertambahan penduduk. Pembangunan ekonomi juga disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara.
Dari definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, yang artinya bukan hanya menitikberatkan pada pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur produksi, dan alokasi input dalam berbagai sektor perekonomian.
Dengan demikian terdapat empat unsur penting pembangunan:
1. Mengandung suatu proses perubahan terus menerus.
2. Mengakibatkan perubahan sosial.
3. Berupaya meningkatkan GNP per kapita.
4. Berlangsung dalam jangka waktu yang panjang.

Tujuan inti dari pembangunan antara lain 
a. peningkatan ketersediaan serta perluasan distribusi barang kebutuhan pokok
b. peningkatan standar hidup
c. perluasan pilihan-pilihan ekonomis dan sosial

Faktor-faktor yang mempengaruhi pembangunan
Terdapat dua faktor yang mempengaruhi pembangunan.
1. Faktor ekonomi
Faktor ekonomi mencakup sumber-sumber ekonomi dalam arti luas, yang terdiri dari
a. Sumber daya alam
b. Sumber daya manusia
c. Sumber daya modal, Adanya modal dapat digunakan untuk mengubah sumber-sumber ekonomi potensial menjadi sumber daya ekonomi riil.
d. Keahlian atau kewirausahaan dan teknologi, Faktor ini merupakan faktor terpenting dibandingkan faktor lainnya.
2. Faktor nonekonomi
Faktor nonekonomi meliputi
a. Lembaga sosial
b. Struktur politik
c. Pandangan masyarakat

Indikator pembangunan ekonomi
Keberhasilan pembangunan ekonomi di suatu negara dapat dilihat dari beberapa indikator berikut:
1. Pendapatan nasional
Semakin tinggi tingkat pendapatan nasional, maka semakin besar jumlah barang dan jasa yang dihasilkan
2. Pendapatan per kapita
Menggambarkan kemampuan penduduk mengonsumsi barang-barang hasil produksi
3. Distribusi pendapatan
Pembangunan dikatan berhasil apabila tercipta distribusi pendapatan yang merata.
4. Peranan sektor industri dan jasa
Semakin besar kontribusi sektor industri dan jasa, maka akan semakin maju suatu negara.
5. Kesempatan kerja
Tingkat kesempatan kerja yang tinggi berarti masyarakat mampu mempercepat laju perkembangan ekonominya.
6. Stabilitas ekonomi
Meliputi stabilitas tingkat pendapatan dan kesempatan kerja, serta tingkat harga yang mempengaruhi pasar dalam negeri.
7. Neraca pembayaran luar negeri
Bila neraca pembayaran suatu negara defisit akan berpengaruh terhadap kredibilitas negara tersebut.

Rabu, 26 November 2014

Jenis - jenis Tenaga Kerja

A. Pengertian
1. Ketenagakerjaan adalah sistem, persoalan, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan tenaga kerja baik sebelum, selama, dan sesudah masa kerja.
2. Tenaga Kerja adalah setiap orang yang sedang melakukan suatu pekerjaan.
3. Kesempatan kerja adalah ketersediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, baik yang sudah ditempati ataupun masih kosong.
4. Angkatan kerja adalah penduduk yang sudah masuk usia produktif, baik sedang bekerja atau pun mencari pekerjaan.

B. Jenis-Jenis Tenaga Kerja
1. Berdasarkan kemampuannya :
a. Tenaga kerja terdidik/ tenaga ahli/tenaga mahir 
b. Tenaga kerja terlatih
c. Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih
2. Penggolongan tenaga kerja menurut sifatnya dibedakan menjadi :
a. Tenaga keja jasmani, yaitu tenaga kerja yang mengandalkan fisik atau jasmani dalam proses produksi.
b. Tenaga kerja rohani, yaitu tenaga kerja yang memerlukan pikiran untuk melakukan dalam proses produksi.
3. Penggolongan tenaga kerja menurut fungsi pokok dalam perusahaan :
a. Tenaga kerja bagian produksi
b. Tenaga kerja bagian pemasaran
c. Tenaga kerja bagian umum dan administrasi
4. Penggolongan tenaga kerja menurut hubungan dengan produk :
a. Tenaga kerja langsung 
b. Tenaga kerja tidak langsung
5. Penggolongan tenaga kerja menurut kegiatan departemen-departemen dalam perusahaan :
a. Tenaga kerja departemen produksi 
b. Tenaga kerja departemen non produksi
6. Penggolongan tenaga kerja menurut jenis pekerjaannya :
a. Tenaga kerja bagian pabrik 
b. Tenaga kerja bagian kantor 
c. Tenaga kerja bagian lapangan
C. Upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja
Upaya-upaya yang dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja, antara lain :
1. Menyediakan pusat-pusat pelatihan ketenagakerjaan.
2. Memberikan pendidikan gratis.
3. Membuka sekolah-sekolah kejuruan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
4. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang prima agar lahir generasi cerdas.

D. Sistem upah
Upah adalah balas jasa yang diterima rumah tangga konsumen karena menyerahkan faktor produksi tenaga kerja. Jenis-jenis sistem upah, antara lain :
1. Upah menurut waktu, dimana besarnya upah ditentukan oleh jumlah waktu bekerja. Untuk mengukurnya dapat per jam, per hari, perminggu atau perbulan.
2. Upah menurut satuan hasil, dimana jumlah upah yang diterima pekerja berdasarkan hasil yang dicapai oleh tenaga kerja tersebut.
3. Upah borongan, didasarkan atas kesepakatan bersama antara pemberi pekerjaan dengan tenaga kerja. Contohnya ialah pekerjaan membangun rumah dengan sistem borongan.
4. Sistem bonus, dimana upah yang diperoleh tenaga kerja ditambah bonus atau insentif atas prestasi yang dicapai tenaga kerja. Contohnya adalah tenaga pemasaran yang berhasil menjual produk melebihi target penjualan.
5. Sistem mitra, dimana upah yang diterima tenaga kerja tidak dalam bentuk uang melainkan saham perusahaan. Contoh pegawai PT X diberikan saham perusahaan sebagai pengganti bonus atau upahnya.

E. Pengangguran
Pengangguran adalah seseorang yang tidak mempunyai pekerjaan atau sedang mencari pekerjaan. Jenis-jenis pengangguran, misalnya :
a. Menurut jumlah jam kerja :
1. Pengangguran terbuka
2. Setengah menganggur
b. Menurut sebab-sebabnya :
1. Pengangguran friksional
2. Pengangguran musiman
3. Pengangguran siklus
4. Pengangguran struktural
5. Pengangguran sukarela
c. Menurut ciri-cirinya :
1. Pengangguran tersembunyi
2. Pengangguran terbuka
3. Pengangguran bermusim

Pengangguran

Macam-macam pengangguran :

1. Menurut jumlah jam kerja
a. Pengangguran terbuka
Yang disebut sebagai pengangguran terbuka adalah penduduk yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan atau sedang mempersiapkan suatu usaha baru atau penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan, dan pendduduk yang tidak aktif mencari pekerjaan dengan alasan sudah mempunyai pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.
b. Setengah pengangguran
Setengah pengangguran adalah pekerja yang bekerja dibawah jam kerja normal, yaitu kurang dari 40 jam seminggu. Setengah pengangguran ini terdiri dari:
- Pengangguran terpaksa (involuntary)
Yaitu orang yang bersedia bekerja untuk suatu pekerjaan tertentu dengan upah tertentu, tetapi sebenarnya pekerjaannya tidak ada.
- Pengangguran sukarela (Voluntary)
Pengnagguran sukarela adalah pengangguran yang disebabkan para pekerja tidak mau menerima suatu pekerjaan dengan upah yang berlaku di pasar.
- Pengangguran bruto
Pengangguran bruto merupakan gabungan antara pengangguran terbuka dengan setengah pengangguran.
c. Pengangguran terselubung
Merupakan tenaga kerja yang bekerja tetapi tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan atau keahliannya.

2. Menurut faktor penyebab
a. Pengangguran friksional
Yaitu pengangguran yang terjadi karena tidak bertemunya permintaan dan penawaran tenaga kerja. Pengangguran ini bersifat jangka pendek.
b. Pengangguran siklikal (konjungtural)
Merupakan pengangguran yang terjadi karena pengangguran yang disebabkan oleh pergerakan naik turunnya kegiatan perekonomian suatu negara (siklus konjungtur).
c. Pengangguran struktural
Adalah pengangguran yang terjadi karena adanya perubahan struktur perekonomian suatu negara.
d. Pengangguran teknologi
Merupakan pengangguran yang ditimbulkan oleh penggunaan mesin-mesin dan kemajuan teknologi lainnya.
e. Pengangguran musiman
Penngangguran ini merupakan pengangguran yang disebabkan oleh adanya perubahan musim atau perubahan permintaan tenaga kerja secara berkala.

Penyebab terjadinya pengangguran
Beberapa penyabab terjadinya pengangguran:
- Ketidakberhasilan sektor industri
- Perkembangan teknologi
- Tingkat pendidikan
- Situasi perekonomian

Cara mengatasi masalah pengangguran
Cara utama untuk mengatasi pengangguran adalah dengan menciptakan lapangan kerja. Untuk itu, Bank Dunia memberikan tiga cara penting dalam menciptakan lapangan kerja:
a. Menciptakan pertumbuhan yang tinggi melalui peningkatan iklim investasi
b. Meningkatkan fleksibilitas pasar tenaga kerjadan investasi pada pekerja
c. Menciptakan pekerjaan secara langsung

Secara khusus, pengangguran dapat diatasi dengan melihat jenis pengangguran tersebut sebagai berikut.
a. Pengangguran siklikal
Karena pengangguran ini disebabkan oleh adanya resesi ekonomi, maka craa mengatasinya adalah:
- Meningkatkan daya beli masyarakat
- Mengarahkan masyarakat menggunakan pendapatannya untuk membeli barang dan jasa
- Menciptakan teknik-teknik pemasaran dan promosi yang menarik
b. Pengangguran musiman
Cara mengatasi pengangguran ini:
- Memberikan latihan keterampilan kerja lain
- Segera memberikan informasi bila ada lowongan kerja di sektor lain
c. Pengangguran struktural
Untuk pengangguran ini, cara untuk mengatasinya:
- Memindahkan tenaga kerja ke tempat yang lebih membutuhkan
- Membuka pendidikan dan pelatihan tenaga kerja
- Mendirikan industri dan proyek padat karya
- Meningkatkan perputaran modal dan tenaga kerja
- Menyadarkan masyarakat pentingnya menguasai teknologi modern
d. Pengangguran friksional
Pengangguran ini tidak dapat dihilangkan sama sekali, karena disebabkan tidak bertemunya penawaran dan permintaan tenaga kerja. Namun, pengangguran ini dapat dikurangi dengan cara menyediakan sarana informasi lowongan kerja yang cepat, mudah dan murah.

Pajak

Pajak adalah iuran yang wajib dibayar oleh rakyat kepada negara tanpa mendapat balas jasa secara langsung, dan digunakan untuk membiayai pengeluaran kolektif negara.

Fungsi pajak:
1. Fungsi budgeter, pajak sebagai sumber pendapatan negara.
2. Fungsi regulasi, pajak digunakan sebagai alat untuk mengatur perekonomian.
3. Fungsi distribusi, pajak digunakan sebagai alat pemerataan pendapatan, karena pajak digunakan untuk membiayai pengeluaran rutin dan pembangunan yang harus dilaksanakan secara merata ke seluruh wilayah Indonesia.
4. Fungsi stabilisasi, pajak digunakan untuk menstabilkan keadaan perekonomian.

Pungutan resmi lain selain pajak:
a. Restribusi, pungutan yang dilakukan dengan pemberian jasa atau fasilitas langsung dari negara kepada pihak yang dipungut.
b. Sumbangan, sejumlah dana yang disumbangkan masyarakat kepada pemerintah.

Tarif pajak
Merupakan dasar pembebanan besarnya pajak yang harus dibayar wajib pajak, dinyatakan dalam bentuk persentase. Macam tarif pajak:
a. Tarif tetap, tarif pajak yang ditetapkan dalam nilai rupiah tertentu yang jumlahnya tetap.
b. Tarif proporsional, tarif pajak yang menggunakan persentase tetap terhadap berapapun jumlah objek pajak sehingga jika dihitung, besarnya pajak akan sebanding dengan besarnya jumlah objek pajak.
c. Tarif progresif, tarif pajak yang persentasenya semakin meningkat jika jumlah objek pajak semakin bertambah.
d. Tarif regresif, tarif pajak yang persentasenya semakin menurun jika jumlah objek pajak semakin bertambah.

Pajak penghasilan (PPh)
Subjek pajaknya:
1. Orang pribadi.
2. Warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan menggantikan yang berhak.
3. Badan.
4. Bentuk usaha tetap.

Penghasilan tidak kena pajak (PTKP) adalah penghasilan yang menjadi batasan tidak kena pajak bagi Wajib Pajak Orang Pribadi. Besarnya penghasilan tidak kena pajak (PTKP) untuk tahun pajak 2013 sebagai berikut :
1. Rp.24.300.000,00 untuk diri Wajib Pajak orang pribadi.
2. Rp2.025.000,00 tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin.
3. Rp.24.300.000,00 tambahan untuk seorang isteri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami.
4. Rp.2.025.000,00 tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 (tiga) orang untuk setiap keluarga.

Tarif pajak penghasilan orang pribadi:
- Sampai dengan Rp 50.000.000,- tarif pajak 5% 
- di atas Rp 50.000.000,- sampai dengan Rp 250.000.000,- tarif pajak 15% 
- di atas Rp 250.000.000,- sampai dengan Rp 500.000.000,- tarif pajak 25% 
- di atas Rp 500.000.000,- tarif pajak 30%
Wajib Pajak Badan Dalam Negeri dan Bentuk Usaha Tetap adalah sebesar 28%

Pajak bumi dan bangunan (PBB)
PBB adalah pajak yang bersifat kebendaan dalam arti besarnya pajak terutang ditentukan oleh keadaan objek pajak yaitu bumi/tanah dan atau bangunan. 
Besarnya tarif PBB adalah 0,5%. Dasar pengenaan PBB adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).Dasar penghitungan PBB adalah Nilai Jual Kena Pajak (NJKP). Besarnya persentase NJKPadalah sebagai berikut. Untuk objek pajak:
- perkebunan 40%
- kehutanan 40%
- pertambangan 40%
- lainnya (pedesaan dan perkotaan):
o NJOP-nya ≥ Rp1.000.000.000,00 adalah 40%
o NJOP-nya < Rp1.000.000.000,00 adalah 20%

Rumus penghitungan PBB
PBB = Tarif x NJKP, 
NJKP = persentase NJKP x (NJOP – NJOTKP) 
Dimana NJOPTKP adalah batas NJOP atas bumi dan/atau bangunan yang tidak kena pajak. Besarnya NJOPTKP untuk setiap daerah Kabupaten/Kota setinggi-tingginya Rp 12.000.000,-

Minggu, 12 Oktober 2014

10 Manfaat Timun Bagi Kesehatan

Timun adalah sayuran nomor 4 yang paling dibudidayakan di dunia dan dikenal sebagai salah satu makanan terbaik untuk kesehatan tubuh. Di Indonesia sendiri, timun sudah tidak asing lagi dijumpai sebagai pelengkap hidangan-hidangan khas tanah air mulai dari gado-gado hingga nasi goreng. Namun banyak dari kita masih belum mengetahui seberapa besar manfaat timun bagi kesehatan. Seperti yang dikutip dari naturalnewsDOTcom dan artikelkesehatan99DOTcom , setidaknya ada 10 manfaat timun yang bisa kita peroleh, diantaranya adalah :

1. Sumber Vitamin B
Timun kaya akan kandungan vitamin B yang dapat menjaga tubuh anda dari serangan penyakit.

2. Rehidrasi tubuh & Mengisi Ulang Vitamin Harian
Timun mengandung 95 persen air sehingga dapat menjaga tubuh anda dari dehidrasi sambil membantu tubuh menghilangkan racun. Timun memiliki sebagian besar vitamin yang dibutuhkan tubuh dalam satu hari. Kulit timun juga mengandung vitamin C yang cukup banyak

3.  Perawatan Kulit dan Rambut
Jika anda tidak suka makan kulit timun, bisa anda gunakan untuk mengatasi iritasi kulit dan luka bakar. Manfaatkan juga sepotong timun diatas mata yang bengkak, karena sifat anti-inflamasinya dapat membantu mengurangi pembengkakan. Selain itu, silikon dan sulfur yang terkandung di dalam timun juga dapat membantu merangsang pertumbuhan rambut.

4. Melawan Kanker
Timun diketahui mengandung lariciresinol, pinoresinol, dan secoisolariciresinol. Ketiganya memiliki sejarah kuat dari penelitian sehubungan dengan penurunan resiko beberapa jenis kanker seperti kanker payudara, kanker ovarium, kanker rahim, dan kanker prostat.

5. Perawatan rumah
Timun juga bermanfaat dan bisa digunakan untuk menghilangkan embun/kabut yang ada di cermin. Gosokkan sepotong timun di area cermin dan timun tersebut akan menghilangkan kabutnya. Ambil irisan timun dan gosokkan sepanjang engsel yang berderit dan pintu akan berhenti mencicit.

6. Meredakan Bau Mulut
Ambil seiris timun dan tekan ke langit-langit mulut anda dengan lidah selama 30 detik, fitokimia akan membunuh bakteri yang bertanggung jawab dalam menyebabkan bau mulut.

7. Menghindari ‘Morning Sickness’
Untuk menghindari ‘morning sickness’ atau sakit kepala di pagi hari, makanlah beberapa iris timun sebelum tidur. Timun mengandung gula, vitamin B, dan elektrolit untuk menambah nutrisi yang penting, mengurangi intensitas baik mabuk atau sakit kepala.

8. Membantu menurunkan berat badan dan mengatasi masalah pencernaan
Karena timun rendah kalori dan mengandung air yang sangat tinggi, timun adalah diet yang ideal untuk orang-orang yang sedang ingin menurunkan berat badan. Kandungan air yang tinggi dan serat makanan dalam timun sangat efektif dalam membersihkan tubuh dari racun yang ada pada sistem pencernaan. Mengonsumsi timun setiap hari dapat dianggap sebagai obat untuk sembelit kronis.

9.Mengobati diabetes, mengurangi kolesterol dan mengontrol tekanan darah
Jus Ketimun mengandung hormon yang dibutuhkan oleh sel-sel pankreas untuk memproduksi insulin yang telah diketahui sangat bermanfaat bagi pasien diabetes. Para peneliti menemukan bahwa senyawa yang disebut sterol dalam timun dapat membantu mengurangi kadar kolesterol. Timun mengandung banyak kalium, magnesium dan serat. Ini akan bekerja efektif untuk mengatur tekanan darah. Hal ini membuat timun sangat membantu dalam mengatasi tekanan darah rendah dan tekanan darah tinggi.

10. Meningkatkan kesehatan sendi, mengurangi nyeri sendi
Timun merupakan sumber yang sangat baik dari silika, yang diketahui dapat membantu meningkatkan kesehatan sendi dengan memperkuat jaringan ikat. Timun juga kaya akan vitamin A, B1, B6, C & D, Folat, Kalsium, Magnesium, dan Kalium. Ketika dicampur dengan jus wortel, timun bisa meredakan encok dan nyeri artritis dengan cara menurunkan kadar asam urat.

Itulah beberapa manfaat timun yang bisa kita peroleh. Semoga artikel ini bermanfaat.