Kamis, 11 Desember 2014

Perhitungan Pendapatan Nasional GNP

Komponen Pendapatan Nasional terdiri dari :
a. Produk domestik bruto ( PDB ) / Gross DomesticProduct(GDP)
b. Produk nasional bruto ( PNB ) / Gross National Product (GNP)
c. Produk nasinal netto ( PNN) / Nett National Product (NNP)
d. Pendapatan nasional netto ( PNN ) / Nett National Income (NNI)
e. Pendapatan perseorangan ( PS )/ Personal Income (PI)
f. Pendapatan disposibel ( DI ) / Disponsible Income (DI)

Berdasarkan komponen-komponen pendapatan nasional tersebut, dapat disusun skema perhitungan pendapatan nasional sebagai berikut:
a. GDP – netto luar negeri = GNP
b. GNP – Penyusutan = NNP
c. NNP – Pajak tidak langsung = NI
d. NI + Transfer payment) – (Iuran jaminan sosial + 
iuran asuransi + laba ditahan – pajak perseorangan) = PI
e. PI – Pajak langsung =DI

Konsep Pendapatan Nasional

1.    Definisi pendapatan nasional
Pendapatan nasional adalah pendapatan yang diterima oleh golongan-golongan masyarakat sebagai bentuk balas jasa sehubungan dengan produksi barang-barang dan jasa tersebut dalam waktu satu tahun. Besarnya pendapatan nasional akan sama dengan produk nasional. Dan besarnya pendapatan nasional dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :
  • Tersedianya faktor produksi
  • Ketrampilan dan keahlian tenaga kerjanya
  • Kemajuan Teknologi produksi yang digunakan
  • Stabilitas nasional

2.    Komponen dalam pendapatan nasional
a. Produk domestik bruto ( PDB ) / Gross
DomesticProduct(GDP)
Produk domestik bruto adalah nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh pelaku kegiatan ekonomi diwilayah tertentu selama 1 tahun. Termasuk jasa dari perusahaan asing yang beroperasi di negara tersebut juga dijumlahkan.
Sebenarnya perhitungan pendapatan nasional yang menghasilkan besarnya produk domestik bruto adalah menghitung pendapatan nasional menggunakan konsep kewilayahan.
Ada dua aliran pembayaran penggunaan jasa faktor produksi:
  • Apabila hasil produksi perusahaan asing yang berada di dalam negeri lebih besar dari hasil produksi perusahaan nasional di luar negeri, maka akan terjadi pembayaran penggunaan jasa faktor produksi ke luar negeri. Selisih tersebut dinamakan pendapatan netto terhadap luar negeri dari faktor produksi atau net factor income to abroad.
  • Apabila hasil produksi perusahaan asing yang berada di dalam negeri lebih kecil daripada produksi di perusahaan nasional di luar negeri maka akan terjadi pembayaran ke dalam negeri. Selisihnya dinamakan pendapatan netto ke dalam negeri dari faktor produksi atau net factor income domestic

b. Produk nasional bruto ( PNB ) / Gross National Product (GNP)
Produk nasional bruto adalah perhitungan pendapatan nasional menggunakan konsep kewarganegaraan. Konsep kewarganegaraan dilakukan dengan cara menghitung besarnya nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara sendiri, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Salah satu hal yang membedakan PDB dengan PNB adalah pendapatan neto terhadap luar negeri dari faktor produksi. Variabel ini menunjukkan besarnya pendapatan yang diperoleh dari faktor produksi yang ada diluar negeri dikurangi pendapatan yang diperoleh dari faktor produksi yang berasal dari luar negeri di dalam negeri.

c. Produk nasinal netto ( PNN) / Nett National Product (NNP)
Produk nasional neto adalah produk nasional bruto dikurangi dengan penyusutan

d. Pendapatan nasional netto ( PNN ) / Nett National Income (NNI)
Pendapatan nasional bersih atau net national income (NNI) dapat dilihat dari dua sisi.
  • Dari sisi pendapatan, yaitu pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.
  • Dari sisi produksi, yaitu sejumlah nilai bersih barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara.
Untuk mengetahui besarnya NNI yaitu NNP dikurangi dengan pajak tidak langsung. Pajak tidak langsung adalah pajak yang pembebanannya dapat dilimpahkan kepada pihak lain, misalnya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

e. Pendapatan perseorangan ( PS )/ Personal Income (PI)
Pendapatan perseorangan adalah jumlah penerimaan yang diperoleh setiap orang dalam masyarakat. Balas jasa yang diterima oleh pemilik faktor produksi tidak seluruhnya merupakan pendapatan perseorangan karena masih ada sebagian laba ditahan sebagai simpanan intern, pajak perseorangan, dan iuran untuk jaminan sosial. Disamping itu terdapat penerimaan yang bukan merupakan balas jasa dalam proses produksi, tetapi merupakan bantuan atau subsidi dari pemerintah bagi para pensiunan dan dana sosial yang disediakan oleh pemerintah yang disebut dengan transfer payment.

f. Pendapatan disposibel ( DI ) / Disponsible Income (DI)
Pendapatan disposibel disebut juga pendapatan yang tersedia bagi rumah tangga atau pendapatan yang dapat dibelanjakan. Pendapatan disposibel merupakan penerimaan perseorangan setelah dikurangi dengan pajak langsung.

Jumat, 05 Desember 2014

Pembangunan Ekonomi

Pengertian dan tujuan pembangunan

Beberapa ekonom memberikan pengertian yang berbeda terhadap pembangunan ekonomi.
a. Todarro
pembangunan ekonomi diartikan sebagai suatu proses multidimensional yang melibatkan perubahan-perubahan besar dalam struktur sosial, sikap-sikap mental yang sudah terbiasa, dan lembaga-lembaga nasional, termasuk pula percepatan pertumbuhan ekonomi, serta pengurangan dan pemberantasan kemiskinan absolut.
b. Paul Streeten
Pembangunan ekonomi perlu meliputi:
1. Pertumbuhan, yang merupakan realitas fisik yang berwujud dalam bentuk produksi dan pendapatan.
2. Perubahan dalam cara berpikir yang tampak pada perubahan kelembagaan sosial, administrasi, sikap, dan budaya.
c. Simon kuznets
Dari pengamatannya di negara maju, Simon kuznets menyimpulkan bahwa setiap proses pembangunan akan terdapat tiga tanda, yaitu:
1. Produksi, baik jumlah maupun jenisnya terus menerus bertambah
2. Teknologi yang terus menerus berkembang
3. Penyesuaian kelembagaan ideologi dan sikap hidup
d. Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo
Menurutnya, pembangunan ekonomi adalah usaha memperbesar pendapatan per kapita dan menaikkan produktivitas per kapita dengan jalan menambah peralatan modal dan keahlian. Hal ini berarti bahwa pembangunan ekonomi merupakan suatu proses kenaikan dalam pendapatan total dan pendapatan per kapitadengan menghitung adanya pertambahan penduduk. Pembangunan ekonomi juga disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara.
Dari definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, yang artinya bukan hanya menitikberatkan pada pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur produksi, dan alokasi input dalam berbagai sektor perekonomian.
Dengan demikian terdapat empat unsur penting pembangunan:
1. Mengandung suatu proses perubahan terus menerus.
2. Mengakibatkan perubahan sosial.
3. Berupaya meningkatkan GNP per kapita.
4. Berlangsung dalam jangka waktu yang panjang.

Tujuan inti dari pembangunan antara lain 
a. peningkatan ketersediaan serta perluasan distribusi barang kebutuhan pokok
b. peningkatan standar hidup
c. perluasan pilihan-pilihan ekonomis dan sosial

Faktor-faktor yang mempengaruhi pembangunan
Terdapat dua faktor yang mempengaruhi pembangunan.
1. Faktor ekonomi
Faktor ekonomi mencakup sumber-sumber ekonomi dalam arti luas, yang terdiri dari
a. Sumber daya alam
b. Sumber daya manusia
c. Sumber daya modal, Adanya modal dapat digunakan untuk mengubah sumber-sumber ekonomi potensial menjadi sumber daya ekonomi riil.
d. Keahlian atau kewirausahaan dan teknologi, Faktor ini merupakan faktor terpenting dibandingkan faktor lainnya.
2. Faktor nonekonomi
Faktor nonekonomi meliputi
a. Lembaga sosial
b. Struktur politik
c. Pandangan masyarakat

Indikator pembangunan ekonomi
Keberhasilan pembangunan ekonomi di suatu negara dapat dilihat dari beberapa indikator berikut:
1. Pendapatan nasional
Semakin tinggi tingkat pendapatan nasional, maka semakin besar jumlah barang dan jasa yang dihasilkan
2. Pendapatan per kapita
Menggambarkan kemampuan penduduk mengonsumsi barang-barang hasil produksi
3. Distribusi pendapatan
Pembangunan dikatan berhasil apabila tercipta distribusi pendapatan yang merata.
4. Peranan sektor industri dan jasa
Semakin besar kontribusi sektor industri dan jasa, maka akan semakin maju suatu negara.
5. Kesempatan kerja
Tingkat kesempatan kerja yang tinggi berarti masyarakat mampu mempercepat laju perkembangan ekonominya.
6. Stabilitas ekonomi
Meliputi stabilitas tingkat pendapatan dan kesempatan kerja, serta tingkat harga yang mempengaruhi pasar dalam negeri.
7. Neraca pembayaran luar negeri
Bila neraca pembayaran suatu negara defisit akan berpengaruh terhadap kredibilitas negara tersebut.