Jumat, 05 Desember 2014

Pembangunan Ekonomi

Pengertian dan tujuan pembangunan

Beberapa ekonom memberikan pengertian yang berbeda terhadap pembangunan ekonomi.
a. Todarro
pembangunan ekonomi diartikan sebagai suatu proses multidimensional yang melibatkan perubahan-perubahan besar dalam struktur sosial, sikap-sikap mental yang sudah terbiasa, dan lembaga-lembaga nasional, termasuk pula percepatan pertumbuhan ekonomi, serta pengurangan dan pemberantasan kemiskinan absolut.
b. Paul Streeten
Pembangunan ekonomi perlu meliputi:
1. Pertumbuhan, yang merupakan realitas fisik yang berwujud dalam bentuk produksi dan pendapatan.
2. Perubahan dalam cara berpikir yang tampak pada perubahan kelembagaan sosial, administrasi, sikap, dan budaya.
c. Simon kuznets
Dari pengamatannya di negara maju, Simon kuznets menyimpulkan bahwa setiap proses pembangunan akan terdapat tiga tanda, yaitu:
1. Produksi, baik jumlah maupun jenisnya terus menerus bertambah
2. Teknologi yang terus menerus berkembang
3. Penyesuaian kelembagaan ideologi dan sikap hidup
d. Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo
Menurutnya, pembangunan ekonomi adalah usaha memperbesar pendapatan per kapita dan menaikkan produktivitas per kapita dengan jalan menambah peralatan modal dan keahlian. Hal ini berarti bahwa pembangunan ekonomi merupakan suatu proses kenaikan dalam pendapatan total dan pendapatan per kapitadengan menghitung adanya pertambahan penduduk. Pembangunan ekonomi juga disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara.
Dari definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, yang artinya bukan hanya menitikberatkan pada pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur produksi, dan alokasi input dalam berbagai sektor perekonomian.
Dengan demikian terdapat empat unsur penting pembangunan:
1. Mengandung suatu proses perubahan terus menerus.
2. Mengakibatkan perubahan sosial.
3. Berupaya meningkatkan GNP per kapita.
4. Berlangsung dalam jangka waktu yang panjang.

Tujuan inti dari pembangunan antara lain 
a. peningkatan ketersediaan serta perluasan distribusi barang kebutuhan pokok
b. peningkatan standar hidup
c. perluasan pilihan-pilihan ekonomis dan sosial

Faktor-faktor yang mempengaruhi pembangunan
Terdapat dua faktor yang mempengaruhi pembangunan.
1. Faktor ekonomi
Faktor ekonomi mencakup sumber-sumber ekonomi dalam arti luas, yang terdiri dari
a. Sumber daya alam
b. Sumber daya manusia
c. Sumber daya modal, Adanya modal dapat digunakan untuk mengubah sumber-sumber ekonomi potensial menjadi sumber daya ekonomi riil.
d. Keahlian atau kewirausahaan dan teknologi, Faktor ini merupakan faktor terpenting dibandingkan faktor lainnya.
2. Faktor nonekonomi
Faktor nonekonomi meliputi
a. Lembaga sosial
b. Struktur politik
c. Pandangan masyarakat

Indikator pembangunan ekonomi
Keberhasilan pembangunan ekonomi di suatu negara dapat dilihat dari beberapa indikator berikut:
1. Pendapatan nasional
Semakin tinggi tingkat pendapatan nasional, maka semakin besar jumlah barang dan jasa yang dihasilkan
2. Pendapatan per kapita
Menggambarkan kemampuan penduduk mengonsumsi barang-barang hasil produksi
3. Distribusi pendapatan
Pembangunan dikatan berhasil apabila tercipta distribusi pendapatan yang merata.
4. Peranan sektor industri dan jasa
Semakin besar kontribusi sektor industri dan jasa, maka akan semakin maju suatu negara.
5. Kesempatan kerja
Tingkat kesempatan kerja yang tinggi berarti masyarakat mampu mempercepat laju perkembangan ekonominya.
6. Stabilitas ekonomi
Meliputi stabilitas tingkat pendapatan dan kesempatan kerja, serta tingkat harga yang mempengaruhi pasar dalam negeri.
7. Neraca pembayaran luar negeri
Bila neraca pembayaran suatu negara defisit akan berpengaruh terhadap kredibilitas negara tersebut.

Rabu, 26 November 2014

Jenis - jenis Tenaga Kerja

A. Pengertian
1. Ketenagakerjaan adalah sistem, persoalan, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan tenaga kerja baik sebelum, selama, dan sesudah masa kerja.
2. Tenaga Kerja adalah setiap orang yang sedang melakukan suatu pekerjaan.
3. Kesempatan kerja adalah ketersediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, baik yang sudah ditempati ataupun masih kosong.
4. Angkatan kerja adalah penduduk yang sudah masuk usia produktif, baik sedang bekerja atau pun mencari pekerjaan.

B. Jenis-Jenis Tenaga Kerja
1. Berdasarkan kemampuannya :
a. Tenaga kerja terdidik/ tenaga ahli/tenaga mahir 
b. Tenaga kerja terlatih
c. Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih
2. Penggolongan tenaga kerja menurut sifatnya dibedakan menjadi :
a. Tenaga keja jasmani, yaitu tenaga kerja yang mengandalkan fisik atau jasmani dalam proses produksi.
b. Tenaga kerja rohani, yaitu tenaga kerja yang memerlukan pikiran untuk melakukan dalam proses produksi.
3. Penggolongan tenaga kerja menurut fungsi pokok dalam perusahaan :
a. Tenaga kerja bagian produksi
b. Tenaga kerja bagian pemasaran
c. Tenaga kerja bagian umum dan administrasi
4. Penggolongan tenaga kerja menurut hubungan dengan produk :
a. Tenaga kerja langsung 
b. Tenaga kerja tidak langsung
5. Penggolongan tenaga kerja menurut kegiatan departemen-departemen dalam perusahaan :
a. Tenaga kerja departemen produksi 
b. Tenaga kerja departemen non produksi
6. Penggolongan tenaga kerja menurut jenis pekerjaannya :
a. Tenaga kerja bagian pabrik 
b. Tenaga kerja bagian kantor 
c. Tenaga kerja bagian lapangan
C. Upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja
Upaya-upaya yang dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja, antara lain :
1. Menyediakan pusat-pusat pelatihan ketenagakerjaan.
2. Memberikan pendidikan gratis.
3. Membuka sekolah-sekolah kejuruan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
4. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang prima agar lahir generasi cerdas.

D. Sistem upah
Upah adalah balas jasa yang diterima rumah tangga konsumen karena menyerahkan faktor produksi tenaga kerja. Jenis-jenis sistem upah, antara lain :
1. Upah menurut waktu, dimana besarnya upah ditentukan oleh jumlah waktu bekerja. Untuk mengukurnya dapat per jam, per hari, perminggu atau perbulan.
2. Upah menurut satuan hasil, dimana jumlah upah yang diterima pekerja berdasarkan hasil yang dicapai oleh tenaga kerja tersebut.
3. Upah borongan, didasarkan atas kesepakatan bersama antara pemberi pekerjaan dengan tenaga kerja. Contohnya ialah pekerjaan membangun rumah dengan sistem borongan.
4. Sistem bonus, dimana upah yang diperoleh tenaga kerja ditambah bonus atau insentif atas prestasi yang dicapai tenaga kerja. Contohnya adalah tenaga pemasaran yang berhasil menjual produk melebihi target penjualan.
5. Sistem mitra, dimana upah yang diterima tenaga kerja tidak dalam bentuk uang melainkan saham perusahaan. Contoh pegawai PT X diberikan saham perusahaan sebagai pengganti bonus atau upahnya.

E. Pengangguran
Pengangguran adalah seseorang yang tidak mempunyai pekerjaan atau sedang mencari pekerjaan. Jenis-jenis pengangguran, misalnya :
a. Menurut jumlah jam kerja :
1. Pengangguran terbuka
2. Setengah menganggur
b. Menurut sebab-sebabnya :
1. Pengangguran friksional
2. Pengangguran musiman
3. Pengangguran siklus
4. Pengangguran struktural
5. Pengangguran sukarela
c. Menurut ciri-cirinya :
1. Pengangguran tersembunyi
2. Pengangguran terbuka
3. Pengangguran bermusim

Pengangguran

Macam-macam pengangguran :

1. Menurut jumlah jam kerja
a. Pengangguran terbuka
Yang disebut sebagai pengangguran terbuka adalah penduduk yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan atau sedang mempersiapkan suatu usaha baru atau penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan, dan pendduduk yang tidak aktif mencari pekerjaan dengan alasan sudah mempunyai pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.
b. Setengah pengangguran
Setengah pengangguran adalah pekerja yang bekerja dibawah jam kerja normal, yaitu kurang dari 40 jam seminggu. Setengah pengangguran ini terdiri dari:
- Pengangguran terpaksa (involuntary)
Yaitu orang yang bersedia bekerja untuk suatu pekerjaan tertentu dengan upah tertentu, tetapi sebenarnya pekerjaannya tidak ada.
- Pengangguran sukarela (Voluntary)
Pengnagguran sukarela adalah pengangguran yang disebabkan para pekerja tidak mau menerima suatu pekerjaan dengan upah yang berlaku di pasar.
- Pengangguran bruto
Pengangguran bruto merupakan gabungan antara pengangguran terbuka dengan setengah pengangguran.
c. Pengangguran terselubung
Merupakan tenaga kerja yang bekerja tetapi tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan atau keahliannya.

2. Menurut faktor penyebab
a. Pengangguran friksional
Yaitu pengangguran yang terjadi karena tidak bertemunya permintaan dan penawaran tenaga kerja. Pengangguran ini bersifat jangka pendek.
b. Pengangguran siklikal (konjungtural)
Merupakan pengangguran yang terjadi karena pengangguran yang disebabkan oleh pergerakan naik turunnya kegiatan perekonomian suatu negara (siklus konjungtur).
c. Pengangguran struktural
Adalah pengangguran yang terjadi karena adanya perubahan struktur perekonomian suatu negara.
d. Pengangguran teknologi
Merupakan pengangguran yang ditimbulkan oleh penggunaan mesin-mesin dan kemajuan teknologi lainnya.
e. Pengangguran musiman
Penngangguran ini merupakan pengangguran yang disebabkan oleh adanya perubahan musim atau perubahan permintaan tenaga kerja secara berkala.

Penyebab terjadinya pengangguran
Beberapa penyabab terjadinya pengangguran:
- Ketidakberhasilan sektor industri
- Perkembangan teknologi
- Tingkat pendidikan
- Situasi perekonomian

Cara mengatasi masalah pengangguran
Cara utama untuk mengatasi pengangguran adalah dengan menciptakan lapangan kerja. Untuk itu, Bank Dunia memberikan tiga cara penting dalam menciptakan lapangan kerja:
a. Menciptakan pertumbuhan yang tinggi melalui peningkatan iklim investasi
b. Meningkatkan fleksibilitas pasar tenaga kerjadan investasi pada pekerja
c. Menciptakan pekerjaan secara langsung

Secara khusus, pengangguran dapat diatasi dengan melihat jenis pengangguran tersebut sebagai berikut.
a. Pengangguran siklikal
Karena pengangguran ini disebabkan oleh adanya resesi ekonomi, maka craa mengatasinya adalah:
- Meningkatkan daya beli masyarakat
- Mengarahkan masyarakat menggunakan pendapatannya untuk membeli barang dan jasa
- Menciptakan teknik-teknik pemasaran dan promosi yang menarik
b. Pengangguran musiman
Cara mengatasi pengangguran ini:
- Memberikan latihan keterampilan kerja lain
- Segera memberikan informasi bila ada lowongan kerja di sektor lain
c. Pengangguran struktural
Untuk pengangguran ini, cara untuk mengatasinya:
- Memindahkan tenaga kerja ke tempat yang lebih membutuhkan
- Membuka pendidikan dan pelatihan tenaga kerja
- Mendirikan industri dan proyek padat karya
- Meningkatkan perputaran modal dan tenaga kerja
- Menyadarkan masyarakat pentingnya menguasai teknologi modern
d. Pengangguran friksional
Pengangguran ini tidak dapat dihilangkan sama sekali, karena disebabkan tidak bertemunya penawaran dan permintaan tenaga kerja. Namun, pengangguran ini dapat dikurangi dengan cara menyediakan sarana informasi lowongan kerja yang cepat, mudah dan murah.